TEMAN BARU SAHABAT BARU
Tari Wida atau biasa yang dipanggil Tari ini adalah murid lulusan dari Smp2pundong ke Smk1bantul. Tari sedih karena berpisah dengan guru-gurunya, teman-temannya dan sahabat baiknya, yaitu Nia.
Pagi yang cerah, Tari segera bangun karena, sekolah barunya sangatlah berbeda dengan sekolah dulu.
Smk1bantul masuk pukul 07.00 pulang jam 14.30.
Smk1bantul masuk pukul 07.00 pulang jam 14.30.
Tari segera mandi dan memakai pakaian seragam barunya. Tari menyiapkan bukunya dan menyisir rambutnya.
Setelah itu, Tari ke ruang makan bersama mama, papa, juga kak Bila.
“Tari, segera habiskan rotimu! Nanti kamu terlambat sekolah, lho!” Seru Mama yang sedang di ruang tamu.
“Iya, Ma!”
Tari pun melahap makanannya. Setelah itu, Tari memakai sepatu dan berpamitan kepada kedua orangtuanya.
Tari dan Nabila berjalan kaki karena jarak dari rumah ke sekolah hanya 100 m. Oh ya, Nabila kelas 12 sedangkan Tari kelas 10.
“Tari, segera habiskan rotimu! Nanti kamu terlambat sekolah, lho!” Seru Mama yang sedang di ruang tamu.
“Iya, Ma!”
Tari pun melahap makanannya. Setelah itu, Tari memakai sepatu dan berpamitan kepada kedua orangtuanya.
Tari dan Nabila berjalan kaki karena jarak dari rumah ke sekolah hanya 100 m. Oh ya, Nabila kelas 12 sedangkan Tari kelas 10.
Sesampainya…
“Kak, ayo ke ruang kepala sekolah!” Ajak Tari. Nabila mengangguk.
“Kak, ayo ke ruang kepala sekolah!” Ajak Tari. Nabila mengangguk.
Tari dan Bila pun ke ruang kepala sekolah.
Tok! Tok! Tok! Nabila mengetuk pintu.
“Masuk!” Panggil seseorang. Tari dan Bilapun masuk perlahan-lahan.
“Kalian, Tari Wida dan Nabila Revita ya?” Tanya kepala sekolah tersebut. Tari dan Nabila mengangguk.
“Perkenalkan, nama saya Belinda. Panggil saya Mrs Belinda ya?” Kata Mrs Belinda ramah.
“Mari, saya antarkan ke ruang kelas masing-masing!” Ajak Mrs Belinda. Aqila dan Nabila menurut.
“Masuk!” Panggil seseorang. Tari dan Bilapun masuk perlahan-lahan.
“Kalian, Tari Wida dan Nabila Revita ya?” Tanya kepala sekolah tersebut. Tari dan Nabila mengangguk.
“Perkenalkan, nama saya Belinda. Panggil saya Mrs Belinda ya?” Kata Mrs Belinda ramah.
“Mari, saya antarkan ke ruang kelas masing-masing!” Ajak Mrs Belinda. Aqila dan Nabila menurut.
Sesampainya di ruang kelas tari.
“Tari, ini ruang kelasmu, selamat belajar ya! Saya antarkan Nabila dulu” ucap Mrs Belinda. “Terimakasih Miss” kata Tari. Mrs Belinda mengangguk dan berlalu pergi.
“Tari, ini ruang kelasmu, selamat belajar ya! Saya antarkan Nabila dulu” ucap Mrs Belinda. “Terimakasih Miss” kata Tari. Mrs Belinda mengangguk dan berlalu pergi.
Tari mengetuk pintu. Tiba-tiba datanglah wali kelas cantik.
“Kamu, Tari Wida ya?” Tanya guru tersebut. Tari mengangguk.
“Mari, masuk!” Ajak guru tersebut. Tampak kelas tersebut agak sunyi.
“Murid-murid, kita kedatangan murid baru, silakan berkenalan” kata guru tersebut ramah.
“Hai teman-teman! Namaku taRI WIDA, cukup panggil aku tari aja.” Kata tari memperkenalkan dirinya.
“Baiklah, nama saya Devi. Panggil saya Miss Devi. Kamu duduk dengan okta ya!” Ucap Miss Devi. tari pun duduk bersama okta.
“Kamu, Tari Wida ya?” Tanya guru tersebut. Tari mengangguk.
“Mari, masuk!” Ajak guru tersebut. Tampak kelas tersebut agak sunyi.
“Murid-murid, kita kedatangan murid baru, silakan berkenalan” kata guru tersebut ramah.
“Hai teman-teman! Namaku taRI WIDA, cukup panggil aku tari aja.” Kata tari memperkenalkan dirinya.
“Baiklah, nama saya Devi. Panggil saya Miss Devi. Kamu duduk dengan okta ya!” Ucap Miss Devi. tari pun duduk bersama okta.
“Hai, kamu tari ya?” Tanya okta. “Iya, tepatnya tari wida, nama kepanjanganmu siapa?” Tanya tari balik.
“Namaku wahyu okta, kamu panggil aku okta ya!” Kata okta. tari mengangguk dan tersenyum. Mereka pun menghentikan obrolan mereka karena pelajaran mereka sudah di mulai.
“Namaku wahyu okta, kamu panggil aku okta ya!” Kata okta. tari mengangguk dan tersenyum. Mereka pun menghentikan obrolan mereka karena pelajaran mereka sudah di mulai.
Kriiing!!! Bel berbunyi.
tari dan okta pergi ke cafe sekolah. Disana, terdapat sahabat okta.
tari dan okta pergi ke cafe sekolah. Disana, terdapat sahabat okta.
“ta, dia siapa?” Tanya anak perempuan berkacamata.
“Perkenalkan, dia tari wida. Panggil dia tari aja!” Kata okta. “Hai tari! Namaku laili nur, kamu panggil aku lail” kata lail.
“Hai! Namaku dian rita, kamu cukup panggil aku dian.” Kata dan, perempuan berkacamata tersebut.
“Hai! Aku tari. Kalian bersahabat ya?” Tanya tari.
“Perkenalkan, dia tari wida. Panggil dia tari aja!” Kata okta. “Hai tari! Namaku laili nur, kamu panggil aku lail” kata lail.
“Hai! Namaku dian rita, kamu cukup panggil aku dian.” Kata dan, perempuan berkacamata tersebut.
“Hai! Aku tari. Kalian bersahabat ya?” Tanya tari.
“Iya tar, kita berbeda kelas, lail kelas AP1 sedangkan DIAN kelas AP2” kata okta.
“Ooh..”
“tari, kamu berasal darimana?” Tanya lail.
“Ooh, rumah kamu dimana?” Tanya dian.
“Rumahku di jalan paris.” Jawab tari.
“Wahh, tari, mau tidak jadi sahabat kita?” Tanya okta penuh percaya diri. tari jadi sedikit kebingungan.
“Ayolah tar, kita ingin sekali mengumpulkan sahabat.” Rajuk lail. “Benar sekali, il!” Ucap dian membenarkan lail.
“Baiklah, aku mau kok jadi sahabat kalian.” Kata tarui bersedia.
“Beneran, nih,tar?” Tanya lail tidak percaya. tari mengangguk. “Serius, kok!” Kata tari. okta, lail, dan dian senang sekali. Kemudian memeluk tari.
“Makasih banget, ya, tar.” Ucap okta. tari mengangguk senang. tari pun menjadi sahabat okta, lail, dan dian.
“tari, kamu berasal darimana?” Tanya lail.
“Ooh, rumah kamu dimana?” Tanya dian.
“Rumahku di jalan paris.” Jawab tari.
“Wahh, tari, mau tidak jadi sahabat kita?” Tanya okta penuh percaya diri. tari jadi sedikit kebingungan.
“Ayolah tar, kita ingin sekali mengumpulkan sahabat.” Rajuk lail. “Benar sekali, il!” Ucap dian membenarkan lail.
“Baiklah, aku mau kok jadi sahabat kalian.” Kata tarui bersedia.
“Beneran, nih,tar?” Tanya lail tidak percaya. tari mengangguk. “Serius, kok!” Kata tari. okta, lail, dan dian senang sekali. Kemudian memeluk tari.
“Makasih banget, ya, tar.” Ucap okta. tari mengangguk senang. tari pun menjadi sahabat okta, lail, dan dian.

